Penulis : Mushtafa Thope
|
Editor : Subroto Ipnu

Bantahan Betrand Peto soal Kekerasan Seksual

TIPSINFOBantahan Betrand Peto soal Kekerasan Seksual. Penyanyi Betrand Peto didampingi kuasa hukumnya membantah tegas tuduhan kekerasan seksual yang dilaporkan oleh ANW. Simak klarifikasi selengkapnya di sini.

Klarifikasi Lengkap Betrand Peto Terkait Tuduhan Kekerasan Seksual

Penyanyi Betrand Peto membantah keras tuduhan dugaan kekerasan seksual dalam konferensi pers di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026).

Menghadapi tudingan serius, penyanyi muda bernama lengkap Betrand Peto Putra Onsu ini secara terbuka memberikan serangkaian bantahan terkait laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut dibuat oleh seorang wanita berinisial ANW yang menuduh pelantun lagu itu melakukan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Didampingi oleh tim kuasa hukumnya, yakni Koko Joseph Irianto dan Timoty Ezra, Betrand Peto menegaskan bahwa semua tuduhan yang mengarah kepadanya mengenai insiden di sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan, sama sekali tidak berdasar.

Bantahan Terkait Pemaksaan di Area Toilet

Poin pertama dalam klarifikasi ini menyoroti klaim pelapor yang menyebut adanya penarikan tangan secara paksa. ANW sebelumnya menyatakan bahwa tindakan tidak senonoh tersebut terjadi di area depan toilet kelab malam.

Tim kuasa hukum dengan sigap menolak klaim ini. Mereka menyatakan kejadian itu tidak pernah ada, terlebih ruangan privat yang disewa saat itu dipenuhi oleh banyak saksi mata yang melihat situasi sebenarnya.

“Dikatakan dalam press conference pelapor kemarin, bahwa klien kami menarik tangan dari pelapor. Dengan tegas untuk itu kami bantah, bahwa hal tersebut tidak ada dan tidak benar. Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami,” tegas Koko Joseph Irianto.

Luka Memar Bukan Akibat Kekerasan Klien

Selain dugaan pelecehan seksual, pihak pelapor juga menyertakan bukti foto luka lebam yang disebut sebagai akibat dari unsur pemaksaan. Kuasa hukum terlapor membantah keras bahwa luka memar pada tubuh pelapor disebabkan oleh perlakuan kasar kliennya.

Menurut keterangan dari saksi di lokasi, luka tersebut diduga kuat berasal dari insiden lain. Tim pengacara menyebut bahwa luka lebam itu kemungkinan besar terjadi akibat pertengkaran sesama pengunjung perempuan di dalam ruangan yang kemudian berujung pada peleraian.

“Terkait ada kekerasan dan paksaan, itu sudah jelas tidak ada dan kami membantah dengan tegas. Ditunjukkan juga foto ada luka memar dan sebagainya, itu kami duga dari keterangan saksi di tempat tersebut, pelapor ini ada jatuh dan mungkin ada peleraian saat ada pertengkaran,” jelas Koko Joseph Irianto menguraikan kronologinya.

Klarifikasi Tuduhan Memesan Wanita dan Pengaruh Alkohol

Isu miring lainnya yang beredar adalah rumor bahwa Betrand Peto memesan wanita atau melakukan interaksi intim di kelab tersebut.

Sang penyanyi menanggapi tuduhan tersebut secara langsung, menyatakan bahwa kedatangannya murni hanya untuk bersantai dan berkaraoke bersama rekan-rekannya seusai bekerja.

“Gak ada,” jawab Betrand Peto dengan singkat ketika dimintai keterangan.

Menyambung pernyataan kliennya, sang kuasa hukum menilai tuduhan tersebut sangat jauh dari fakta dan tidak masuk akal.

“Jadi hal tersebut dugaan yang terlalu liar menurut kami. Pelecehan saja tidak ada, apalagi mengarah ke hal yang dituduhkan,” timpal Koko Joseph Irianto.

Lebih lanjut, pihak pengacara menampik kabar yang menyebut klien mereka berada di bawah pengaruh minuman keras. Mereka mengonfirmasi bahwa penyanyi yang akrab disapa Onyo tersebut dalam kondisi sadar penuh.

“Tidak ada, Onyo tidak dalam pengaruh alkohol,” tegas Koko Joseph Irianto.

Sebagai langkah proaktif menghadapi panggilan pemeriksaan dari Polda Metro Jaya, tim kuasa hukum telah mengumpulkan kesaksian dari berbagai pihak.

Mereka mengantongi keterangan saksi mata di lokasi kejadian untuk membuktikan secara sah bahwa dugaan kekerasan seksual yang dituduhkan itu tidak terbukti kebenarannya.