TIPSINFO – Isenmulang FC Segera Pulang ke Stadion Tuah Pahoe. Klub promosi Isenmulang Kalteng FC bersiap kembali melakoni laga kandang di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, usai jeda internasional pada Oktober 2026.

Akhir Masa Tim Musafir
Sejak kompetisi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Super League musim 2026/2027 bergulir pada 4 September lalu, klub kebanggaan warga Kalimantan Tengah ini harus bermain sebagai tim musafir.
Tim asuhan pelatih Mundari Karya terpaksa berkandang sementara di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Keputusan tersebut manajemen ambil sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah asal mereka.
Bermain jauh dari pendukung setia memberikan dampak nyata terhadap performa tim yang pada musim lalu bernama Adhyaksa FC ini.
Pada pertandingan pembuka, mereka menelan kekalahan telak 0-4 saat melawat markas lawan di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Kesialan berlanjut pada pekan kedua ketika mereka berstatus sebagai tuan rumah, namun harus bermain di Bali. Tim berjuluk Laskar Tambun Bungai tersebut menyerah 1-4 kepada Bali United yang dimotori oleh Makan Konate.
Dua kekalahan beruntun ini membenamkan Isenmulang FC di dasar klasemen sementara tanpa mengoleksi satu poin pun.

Penantian Redanya Kabut Asap Karhutla
Kini, para penggemar sepak bola di Kalimantan Tengah menyambut titik terang.
Manajemen klub merencanakan kepulangan tim ke Stadion Tuah Pahoe usai jeda pertandingan Federasi Internasional Sepak Bola (FIFA) pada bulan Oktober mendatang.
Jeda internasional untuk ajang FIFA ASEAN Cup 2026 tersebut akan berlangsung mulai 24 September hingga 5 Oktober 2026.
Direktur Media Isenmulang FC, Azis Arriadh, membenarkan rencana kepulangan ini melalui pernyataan pada Kamis, 17 September 2026.
“Ditargetkan setelah masa FIFA matchday selesai dan menunggu kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” ucap Azis Arriadh.
Ia juga menegaskan komitmen manajemen untuk memulangkan tim ke hadapan publik sendiri. “Setelah FIFA matchday, kami usahakan bermain di kandang,” ujar Azis Arriadh.
Lebih lanjut, pihak manajemen terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara di Palangka Raya sebelum menetapkan tanggal pasti pertandingan.
“Intinya, sambil melihat perkembangan kondisi kabut asap dari karhutla,” imbuh Azis Arriadh.
Menghadapi Laga Krusial
Meski kabut asap masih menjadi pertimbangan utama, infrastruktur stadion sendiri tidak memiliki kendala.
Fasilitas di arena olahraga yang telah berdiri sejak era 1980-an tersebut sudah memenuhi standar kompetisi secara maksimal.
“Untuk stadion dan kondisi lapangan sudah sangat siap,” ujar Azis Arriadh.
Bila jadwal berjalan sesuai rencana, Isenmulang FC akan melangsungkan laga kandang perdana di Stadion Tuah Pahoe pada 9 Oktober 2026 dengan menjamu Persebaya Surabaya.

Kehadiran dan dukungan penuh dari ribuan penggemar tentu diharapkan mampu memompa semangat para pemain asuhan Mundari Karya untuk meraup kemenangan.
Sebelum pulang ke kandang sejati, skuad Isenmulang Kalteng FC masih harus melewati ujian berat dengan menantang Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Sabtu, 19 September 2026.
Lawan mereka saat ini memiliki kepercayaan diri tinggi setelah sukses mencatatkan hasil imbang kontra Persebaya Surabaya (1-1) dan Dewa United (2-2).
Pertandingan pekan ketiga ini menjadi ajang pembuktian penting bagi Isenmulang FC untuk mencuri poin pertama demi eksistensi mereka di kasta tertinggi.
